.

blog ini tempatku menumpahkan sampah dan uneg2 dalam pikiranku... hadir mengalir dan tercipta mengikuti alur kehidupanku...

Tuesday, May 19, 2009

Aparat Makassar memaksa bugil seorang mahasiswi!!!!!

Sekali lagi beberapa aparat Makassar berbuat ulah…

Dahulu sering kita mendengar berita di media-media lokal Makassar yang menceritakan tentang kebrutalan kerja dari aparat dalam menghadapi mahasiswa…

Dan ternyata masih ada kisah yang berlanjut...

Babarapa saat lalu saya melihat berita dari salah satu televisi swasta yang memberitakan tentang sebuah pelecehan seksual yang dilakukan beberapa aparat di Makassar…

Berita itu berawal ketika beberapa waktu lalu seorang mahasiswi dari salah satu perguruan tinggi di makassar mendatangi sebuah lembaga bantuan hukum untuk meminta bantuan hukum atas tindakan pelecehan seksual yang dilakukan beberapa aparat kepolisian saat melakukan rasia di daerah wisata tanjung bunga.

Kejadian pelaporan pelecehan seksual itu terjadi beberapa saat setelah rekaman video sang korban beredar di masyarakat.

Dalam rekaman video itu memperlihatkan bagaimana si korban dalam sebuah mobil, dipaksa untuk menurunkan celana dalamx oleh salah satu aparat hingga bagian terlarangx terlihat, dan parahnya lagi pelecehan itu dilakukan di sebelah sang pacar….

Apakah ini sikap seorang aparat penegak hukum??… yang dalam pendidikannya ditanamkan nilai-nilai hukum dan sangat mengerti akan hukum…

Lalu dimana kita harus mencari rasa aman ketika sang pembuat onar itu adalah penjaga keamanan itu sendiri??

Lalu dimana kita harus berlindung dan mengadu ketika yang berbuat kejahatan adalah penegak hukum itu sendiri??

Lalu kemudian dimana sumpah mengayomi masyarakat itu perginya??

apa seragam itu hanya topeng??

Seharusnya mereka (aparat) sadar bahwa seragam mereka bukan untuk menakuti masyarat..

Seharusnya mereka (aparat) sadar bahwa seragam meraka ada karena masyarakat yang membayarnya..

Seharusnya mereka (aparat) sadar bahwa seragam mereka ada bukan untuk menunjukkan arogansi dan menunjukkan bahwa hukum hanya untuk kami (masyarakat) tidak untuk mereka (aparat)..

Seharusnya… seharusnya… dan seharusnya…

Meski saya tau tidak semua aparat sama dengan busuk… tapi mereka-mereka yang melakukannya sudah sangat mencoreng citra kepolisian, khususnya kepolisian Makassar…

Saya harap mereka (pelaku) dapat segera diproses dan dipecat dari satuan… hingga citra kepolisian tidak harus tercoreng lebih jauh lagi…

Thursday, March 19, 2009

Antara Keadilan dan Realita


Beberapa waktu lalu saya hanyalah saya, saya yang menjalani hidup apa adanya...
seperti kebanyakan orang bermimpi duduk di satu kantor pemerintahan, yah sederhananya ingin merubah hidup di tengah sulitnya pekerjaan.
awal percobaan tahun 2007 mendaftar di kota bantaeng tapi yah yang masih amatiran, dari sekian banyak soal hanya 30% yang terisi...
perasaan gondok, dah setengah mati berusaha tapi kegagalan di depan mata.
hmmm nga berenti mengulang kegagalan masa lalu, saya ikut tes lagi di pengadilan tinggi agama, lalu kemudian mengikuti tes untuk formasi umum di kota jeneponto...
alhamdulillah hasilnya bersambut, pengumuman hasil tes cpns di jeneponto keluar.
lulus di urutan ke 4 membuat saya merasakan perasaan yang sulit di gambarkan...
tak lama berselang setelah segala pengurusan berkas selesai sayapun di telepon dari pengadilan yang mengatakan kalau saya juga lulus di urutan ke 4 juga....
dalam hati begitu banyak rejeki yang saya terima, besar benar kuasa Allah dengan segala keputusannya.

Indah bukan...? segalanya terdengar begitu sederhana dan mengalir begitu saja....
tapi siapa yang tau kisah dibalik kebahagian itu?
yah pastinya memang cuma saya dan pelaku yang berhubungan dengan saya pada saat itu...
sedikit cerita dari pahitnya perjalanan sebelum semua itu terjadi...

satu hari ketika sedang duduk santai, saya mendapat informasi dari seorang teman tentang penerimaan di pengadilan tinggi. awalnya saya sangat pesimis, namun teman itu nga berenti memaksa untuk mencoba hingga akhirnya sayapun terbujuk...
saat itu saya masih bekerja di sebuah yayasan swasta.
mulailah hari setelahnya saya mengurus berkas, mulai dari surat sehat, kelakuan baik dll. sungguh melelahkan, tidak hanya menguras waktu dan tenaga tapi juga isi kantong yang tidak seberapa ini.
hingga satu hari sebelum tes saya harus lembur di kantor hanya untuk mendownload contoh soal-soal tes cpns, membacanya setelahnya dan istirahat kemudiannya.
keesokan hari siaplah saya dengan segala perlengkapan mulai dari papan tes hingga pinsil dan penghapus.
saat tes berlangsung semuanya terasa begitu lancar-lancar saja, mengisi yang mudah dan membelakangkan yang sulit sampai semua terselesaikan.
hingga waktu terlewati dan pulang kembali kerumah.
waktu berjalan...
mulailah pengumuman penerimaan tes cpns formasi umum, informasi yang saya dapat dari seorang yang dekat membuat saya bersemangat, karena formasi untuk jurusanku dibutuhkan 6 orang di jeneponto.
mulailah saya sibuk lagi mengurus, tapi untuk penerimaan di daerah ini tidak di persulit karena hanya membutuhkan lamaran dan ijazah saja.
saat itu pergi ke jeneponto dengan ongkos yang separuh nafas ditambah menaiki kendaraan yang dipaksa untuk meroda sekian jauhnya di tengah teriknya matahari.
perjalanan sungguh sangat melelahkan, sesampainya sayapun memasukkan lamaran di kantor pos yang untungnya dibantu seseorang yang dekat, yang juga terdaftar sebagai pegawai pemerintahan di jeneponto.
waktu menunggupun berlangsung, mulai dari membaca contoh-contoh soal cpns sampai semedi udah semua kali saya lakukan. entah kenapa saya terasa bersemangat sekali.
beberapa lama kemudian sayapun harus kembali ke jeneponto untuk mengambil kartu tes, tapi cuaca sangat tidak bersahabat, karena mulai dari berangkat sampai di tujuan, hujan tidak berhenti menghujani tubuh yang selama 3 jam berada dibawahnya. sesampai disana nasib juga tidak memihak karena kartu itu tidak saya dapatkan dikarenakan orang yang memegangnya sudah keluar kantor. dengan tubuh letih sayapun kembali pulang dengan hujan yang masi dengan derasnya membuat kulit terasa sperti berumur 70 tahun alias keriput.
ke esokannya saya kembali lagi k jeneponto dengan kondisi yang sama dan tanpa hasil juga.
menyerah hingga pada akhirnya kartu itu saya dapatkan pada hari H pelaksanaan tes dan tespun terlalui walaupun sebelumnya saya harus berangkat jam 4 subuh hanya agar dapat sampai tepat waktu karena tes pada pukul 8 pagi. dengan situasi hujan karena memang saat itu musim hujan dan berteduh di mesjid merenungi nasib sambil membaca-baca kembali soal-soal contoh itu.

waktupun kembali berjalan dan pada saat saya dinyatakan lulus, akhirnya saya harus kesana sebanyak 3 kali hanya untuk mengurus berkas kelengkapan, waktu tenaga dan kocekpun sangat terkuras, karena semua itu butuh biaya.
begitupun setelah pengumuman dari pengadilan tinggipun itu berulang...
yang pada akhirnya saya mengundurkan diri di jeneponto dan menetapkan untuk memilih pengadilan berdasarkan saran dari orang-orang terdekat.

untuk orang terdekat... "denta", terima kasih karena masih menjadi yang terbaik buat saya. meski dengan segala masalah yang sudah ada, ikhlas hati tidak berhenti bersukur.
bibir bisa berucap namun hati tidak akan berbohong.
karena tanpa sebab akibatpun tidak akan ada.
hikmahnya sangat berlimpah buat saya.
terima kasih...

Saturday, November 29, 2008

Me with the Crack in my Head

Letih dengan keadaan, isi kepala serasa mau tumpah...
penat, sesak, letih, dan emosi...
sejenak saja seandainya waktu bisa terhenti, biar tertenangkan segala gejolak dan ringan segala berat yang ada di kepala. mungkin sedikit demi sedikit serpihan dari segala jawaban atas tanya ini bisa tersusun kembali.

ketidakmampuan diri akan pengendaliannya membuat hati terasa seperti terbakar, ketidakmampuannya akan sebuah tindakan membuat tekanan yang tak tertahankan, terlebih labilnya akan sebuah keputusan membuat hati semakin tersayat dan tersakiti.

saat berteriak pun terasa berat, hingga roh serasa ingin memberontak meninggalkan tubuh yang lemah dan kepalan tangan yang segera ingin menghantam dan menggetarkan bumi....
arrrggggghhhhhh........
kenapa semua ini terasa berat.....!!!!!!!!!!

Tuesday, October 14, 2008

Pilihan, Sikap, Keinginan & Harapan


Malam... gelap... dingin dengan sedikit angin yang sesekali bertiup...
berfikir akan sebuah pilihan, yang terkadang pahit dan sangat menyakitkan, meski tak sesekali juga logika membenamkan segala kegelisahan dan menyadarkan bahwa ini hanyalah bagian dari hidup dan merupakan sebuah pilihan.

Berdiri ditengah jalan yang bercabang, merenung akan tujuan yang sebenarnya belum jelas terlihat, membuat langkah seakan terhenti hingga pudarnya pemikiran akan sebuah pilihan.

Aku, adalah yang berfikir... bahwa hidup hanyalah sesaat.
Aku, juga yang berfikir... waktu adalah yang akan terlewati namun tidak akan kembali.
dan Aku, adalah juga yang berfikir... hari ini adalah hari ini dan hari esok tetaplah menjadi hari esok.

Aku... ya... AKU...
aku yang membuat keputusan untuk hidupku...
disaat semua kepenatan akan duniawi yang sebenarnya tak selamanya, aku sekali lagi terbenam oleh mimpi indah akan dunia yang abstrak.
dan disaat aku terselamatkan oleh kesadaran mutlak akan pencarian makna hidup sesungguhnya, kembali lagi aku harus terseret kedalam lubang pencarian dimana arti makna hidup sesungguhnya...

Aurora....
sebuah kata... manis terdengar ditelingaku...
tarucap dari sebuah bibir yang manis dan bermaknakan pengharapan, impian dan kehangatan...
aurora tersimpan dalam hati, terlindungi dan teramankan di alam bawah sadarku.
aurora darinya untukku...

darinya adalah dirinya...
dirinya yang selalu menenangkan hatiku...
dirinya yang selalu mengerti akan diriku...
dirinya yang selalu ada untukku...
dirinya yang selalu menjadi kekuatanku...
dirinya... dirinya dan selalu akan ada tentang dirinya...
karena hanya dirinya yang dapat membuat semua ini terlihat begitu nyata, namun dirinya pula yang dapat membuat semuanya hilang dan mengembalikanku dalam kecacatan...

sesaat mungkin... atau entahlah...
seandainya waktu bisa kembali, 9 november 2008 part of disturbing behavior is gone

Thursday, August 28, 2008

Aku, Dia dan Hati...

rasa... sesak... dan air mata...
seseorang datang dan tinggal dalam waktu dan masaku...
kesederhanaan, kebaikan dan ketulusan membuatku tau akan rasa...
tidak ada lagi hampa, hanya ada canda dan tawa...
walau waktu terus berlalu, selalu Dia mengajarkanku akan satu dan bahwasanya memang hanya akan ada 1.
satu rasa, satu hati.... dan satu itu adalah Dia.
-Aurora-

Monday, August 25, 2008

RUANG R.I.N.D.U

saat kata harus berucap melawan hati...
saat itu hati harus tersakiti
kadang apa yang di ingini selalu berbanding terbalik dengan kenyataan.
saat ini hanya ada kata sesal.

waktu adalah yang bisa ku jalani, tapi tidak untuk kumiliki.
waktu juga yang mengajarkanku banyak hal,
dan waktu juga yang membuatku banyak mengerti.

tidak pernah terlintas jikala ini bisa begitu menyesakkan,
jika saat semuax telah barlalu, kumohon biarkan rasa ini tetap ada...

...

Saturday, August 16, 2008

Ruang K O S O N G

12 Juli 2008...
Saat aktivitas tidak dapat lepas dari kesibukan,
saat waktu tersita oleh kegiatan
saat aku harus melakukan kewajiban...
SAAT ITU AKU KEHILANGAN...

sesaat, ingin waktu terputar kembali,
perbaiki segala kesalahan, tinggalkan segala kesesatan.
mata... hati... pikiran...

pilihan???